Kopi Hitam seharga tiga ribu
rupiah itu murah lho untuk kita yang sudah berkerja atau bagi kalian yang masih
sekolah dan dapat uang jajan dari orang tua. Tetapi entah kenapa kalian lebih
memilih kopi yang harganya lebih mahal, contoh disalah satu kafe kopi yang
lumayan terkenal di dunia, satu gelas kopinya itu bisa seharga lima puluh ribu
rupiah bahkan lebih. Memang gue akui lebih enak dari kopi hitam tiga ribu
rupiah, lebih dingin, manisnya pas, bisa di blande juga, tempat yang nyaman
ditambah baristanya yang enak untuk dilihat. Gue juga akui lebih suka kopi yang
harga satu gelasnya lima puluh ribu rupiah itu karena gue engga mau munafik
kepada diri gue sendiri. Gue juga sering pergi ke kafe kopi itu lalu gue pesan
kopinya dan bayar setelah kopi gue dapat, gue cari tempat yang menurut gue
nyaman di kafe itu dan gue foto kopinya untuk gue upload di sosial media
gue. Yah begitu lah kebanyakan orang melakukan hal yang disebut ngopi. Mungkin
bagi Sebagian teman-temannya yang melihat itu ialah hal yang biasa dan mungkin
juga ada yang beranggapan itu hal yang keren. Tetapi coba deh kalian lakuin
yang disebut dengan ngopi itu dengan pergi ke warung kopi dipinggir jalan
tetapi sebelum ketempat kopinya mampir dulu buat pergi ke warung klontong lalu
kalian membeli amplop putih seharga lima ratus rupiah setelah itu lanjutkan
perjalanan ke warung kopinya lalu pesan kopi hitam dan bayar dengan uang tiga
ribu rupiah. Sisa uang empat puluh ribu enam ratusnya kalian masukan amplop
setengah bagian saja lalu kalian foto kopi hitamnya itu dengan amplop yang
terlihat uangnya Sebagian dan jagan lupa di amplo itu anda tulis “Sedekah untuk
yang membutuhkan” setelah kalian lakukan semua hal itu coba kalian upload di
sosial media kalian. Bagi gue itu lebih keren dari pada kalian ngopi di tempat
yang mewah.
Kamis, 22 Juli 2021
Kopi Hitam Tiga Ribu Rupiah
Jumat, 25 Juni 2021
Kehilagan dan Menghilang
Keadaan yang harus membuat aku harus kehilangan dan menghilang, sehingga muncul pemikiran.
Apakah waktu, takdir, atau alam semesta ini yang harus disalahkan.
Semakin dalam rasa ini merasakan untuk memiliki, semakin dalam itulah aku merasa kehilangan, yah itulah emosi manusia.
Sejenak muncul pemikiran untuk menghilangkan emosi yang ada dijiwa dan raga ini, sehingga jiwa dan raga ini tidak lagi mempunyai emosi.
Lantas Apakah hidup tanpa mempunyai emosi adalah jalan yang terbaik ?
Jika berbicara mengenai emosi, emosi selalu berkaitan dengan kesedihan dan kebahagiaan.
Kehilangan kenapa selalu berkaitan dengan kesedihan, kenapa tidak dikaitan saja dengan kebahagian, apakah itu memang sudah rumus alam semesta. Kenapa saat aku bertemu dengan kehilangan, kesedihan itu tidak menghilang saja dan diganti dengan kebahagiaan.
Begitulah aku, aku yang tidak sempurna ini hanya ingin merasakan kebahagian, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kebahagiaan itu tidak abadi karena kebahagiaan itu akan menghilang di telan waktu, takdir dan alam semesta ini.
Jika begitu, apakah arti dihidup ini tidak ada akhir yang bahagia, karena sesuatu itu akan menghilang dan kita akan kehilangan semua yang kita miliki sehingga semua berakhir dengan kesedihan.
Andri Pratama
Jumat, 20 Maret 2020
Pesan Kecil
Pernah ada kamu untuk kuperjuangkan, Tetap berharap kamu kumiliki meski
sadar diri aku tak pernah menjadi yang kamu inginkan, setiap cinta memang
memiliki batas hingga aku mengejarmu hampir saja seperti memelas. Kamu yang
begitu kukagumi, hatimu begitu ingin kusinggahi. Jatuh cinta tak pernah salah
untuk memilih hati untuk dicintai. Jatuh cinta terkadang hanya salah memilih
waku yang tepat. Sehingga kamu merasa, aku mencintaimu adalah jatuh cinta yang
salah alamat. Aku hanya memiliki harapan tanpa pernah diberikan sebuah
kemungkinan, tak ada jalan maka akan kucari, tak ada kesempatan, maka akan
kutunggu. Namun ketika hatiku berkata tak perlu mencintaimu, aku takan berlalu,
ketika hatimu berkata aku tak pernah pantas, maka aku takan pernah memelas, ribuan
harapan biarlah menjadi doa yang kutangis, meneriakan namamu setiap malam
hingga air mataku menjadi lautan. Tak apa, untukmu aku rela tenggelam dalam air
mataku sendiri. Mencintai tanpa diberikan sebuah harapan bukanlah sebuah
kebodohan. Jatuh cinta itu berjuang, patah hati adalah hal yang biasa. Luka
akan membuatmu dewasa, kehilangan orang yang salahakan membawamu pada seseorang
yang tepat. kehilangan tak selamanya menjadi hal yang buruk. Tanpa kehilangan
barangkali kamu akan lebih lama membuang buang waktu untuk berjuang dan
berharap pada hati yang salah. Kesealahan dalam mencintai hanyalah ketika sudah
tak dihargai, tetapi memilih tetap berjuang dan tak tahu diri. Jatuh cinta
adalah menghargai diri sendiri, bukan rela menjatuhkan diri. Harapan yang pernah
tumbuh untukmu, biarlah menjadi alasan membuat hatiku patah. kamu tak pernah
menyakiti, aku hanya disakiti harapan ku sendiri. kamu tak pernah menjatuhkan
aku hanya merasa sudah dikecewakan. Kamu tak pernah meninggalkan pergi, aku
hanya merasa kehilangan tanpa pernah merasa memiliki. Maafkan aku yang
mencintai tetapi kadang lupa untuk tahu diri. Aku hanyalah seorang yang
cintanya jatuh dihatimu, jika kamu tak menginginkan kamu pun tak seharusnya
disalahkan. Patah hati karena berani mencintaimu, adalah aku yang pantas untuk
seutuhnya disalahkan. Jatuh cinta bukannlah sebuah pemaksaan perasaan,
mencintaimu barangkali tuhan memang menakdirkanmu menjadi orang yang salah
untuk ku perjuangkan. Lalu menakdirkan hati yang lain yang mampu kami terima
perasaannya. Meski kenyataanya itu membuat ku sakit hati. Paling tidak
mencintaimu mengajariku menerima dan lapang dada untuk tahu diri, bukan
memaksakan perasaanku sendiri. Bahagialah, tak apa. mencintaimu aku rela untuk
terluka
Jumat, 13 Maret 2020
Hidup Ibarat Laut
Kamis, 27 Februari 2020
Tarian Bersayap di Langit
Rabu, 26 Februari 2020
Hukuman
Senin, 25 November 2019
Selamat
Selamat untuk seseorang yang akan menuju senja, karena hari ini ialah hari fajar muncul
selamat datang
berkreasilah sesukamu