Kamis, 22 Juli 2021

Kopi Hitam Tiga Ribu Rupiah


                Kopi Hitam seharga tiga ribu rupiah itu murah lho untuk kita yang sudah berkerja atau bagi kalian yang masih sekolah dan dapat uang jajan dari orang tua. Tetapi entah kenapa kalian lebih memilih kopi yang harganya lebih mahal, contoh disalah satu kafe kopi yang lumayan terkenal di dunia, satu gelas kopinya itu bisa seharga lima puluh ribu rupiah bahkan lebih. Memang gue akui lebih enak dari kopi hitam tiga ribu rupiah, lebih dingin, manisnya pas, bisa di blande juga, tempat yang nyaman ditambah baristanya yang enak untuk dilihat. Gue juga akui lebih suka kopi yang harga satu gelasnya lima puluh ribu rupiah itu karena gue engga mau munafik kepada diri gue sendiri. Gue juga sering pergi ke kafe kopi itu lalu gue pesan kopinya dan bayar setelah kopi gue dapat, gue cari tempat yang menurut gue nyaman di kafe itu dan gue foto kopinya untuk gue upload di sosial media gue. Yah begitu lah kebanyakan orang melakukan hal yang disebut ngopi. Mungkin bagi Sebagian teman-temannya yang melihat itu ialah hal yang biasa dan mungkin juga ada yang beranggapan itu hal yang keren. Tetapi coba deh kalian lakuin yang disebut dengan ngopi itu dengan pergi ke warung kopi dipinggir jalan tetapi sebelum ketempat kopinya mampir dulu buat pergi ke warung klontong lalu kalian membeli amplop putih seharga lima ratus rupiah setelah itu lanjutkan perjalanan ke warung kopinya lalu pesan kopi hitam dan bayar dengan uang tiga ribu rupiah. Sisa uang empat puluh ribu enam ratusnya kalian masukan amplop setengah bagian saja lalu kalian foto kopi hitamnya itu dengan amplop yang terlihat uangnya Sebagian dan jagan lupa di amplo itu anda tulis “Sedekah untuk yang membutuhkan” setelah kalian lakukan semua hal itu coba kalian upload di sosial media kalian. Bagi gue itu lebih keren dari pada kalian ngopi di tempat yang mewah.

Jumat, 25 Juni 2021

Kehilagan dan Menghilang

Keadaan yang harus membuat aku harus kehilangan dan menghilang, sehingga muncul pemikiran. 

Apakah waktu, takdir, atau alam semesta ini yang harus disalahkan. 

Semakin dalam rasa ini merasakan untuk memiliki, semakin dalam itulah aku merasa kehilangan, yah itulah emosi manusia.

Sejenak muncul pemikiran untuk menghilangkan emosi yang ada dijiwa dan raga ini, sehingga jiwa dan raga ini tidak lagi mempunyai emosi. 

Lantas Apakah hidup tanpa mempunyai emosi adalah jalan yang terbaik ? 

Jika berbicara mengenai emosi, emosi selalu berkaitan dengan kesedihan dan kebahagiaan. 

Kehilangan kenapa selalu berkaitan dengan kesedihan, kenapa tidak dikaitan saja dengan kebahagian, apakah itu memang sudah rumus alam semesta. Kenapa saat aku bertemu dengan kehilangan, kesedihan itu tidak menghilang saja dan diganti dengan kebahagiaan. 

Begitulah aku, aku yang tidak sempurna ini hanya ingin merasakan kebahagian, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kebahagiaan itu tidak abadi karena kebahagiaan itu akan menghilang di telan waktu, takdir dan alam semesta ini. 

Jika begitu, apakah arti dihidup ini tidak ada akhir yang bahagia, karena sesuatu itu akan menghilang dan kita akan kehilangan semua yang kita miliki sehingga semua berakhir dengan kesedihan.

Andri Pratama

Jumat, 20 Maret 2020

Pesan Kecil

        Pernah ada kamu untuk kuperjuangkan, Tetap berharap kamu kumiliki meski sadar diri aku tak pernah menjadi yang kamu inginkan, setiap cinta memang memiliki batas hingga aku mengejarmu hampir saja seperti memelas. Kamu yang begitu kukagumi, hatimu begitu ingin kusinggahi. Jatuh cinta tak pernah salah untuk memilih hati untuk dicintai. Jatuh cinta terkadang hanya salah memilih waku yang tepat. Sehingga kamu merasa, aku mencintaimu adalah jatuh cinta yang salah alamat. Aku hanya memiliki harapan tanpa pernah diberikan sebuah kemungkinan, tak ada jalan maka akan kucari, tak ada kesempatan, maka akan kutunggu. Namun ketika hatiku berkata tak perlu mencintaimu, aku takan berlalu, ketika hatimu berkata aku tak pernah pantas, maka aku takan pernah memelas, ribuan harapan biarlah menjadi doa yang kutangis, meneriakan namamu setiap malam hingga air mataku menjadi lautan. Tak apa, untukmu aku rela tenggelam dalam air mataku sendiri. Mencintai tanpa diberikan sebuah harapan bukanlah sebuah kebodohan. Jatuh cinta itu berjuang, patah hati adalah hal yang biasa. Luka akan membuatmu dewasa, kehilangan orang yang salahakan membawamu pada seseorang yang tepat. kehilangan tak selamanya menjadi hal yang buruk. Tanpa kehilangan barangkali kamu akan lebih lama membuang buang waktu untuk berjuang dan berharap pada hati yang salah. Kesealahan dalam mencintai hanyalah ketika sudah tak dihargai, tetapi memilih tetap berjuang dan tak tahu diri. Jatuh cinta adalah menghargai diri sendiri, bukan rela menjatuhkan diri. Harapan yang pernah tumbuh untukmu, biarlah menjadi alasan membuat hatiku patah. kamu tak pernah menyakiti, aku hanya disakiti harapan ku sendiri. kamu tak pernah menjatuhkan aku hanya merasa sudah dikecewakan. Kamu tak pernah meninggalkan pergi, aku hanya merasa kehilangan tanpa pernah merasa memiliki. Maafkan aku yang mencintai tetapi kadang lupa untuk tahu diri. Aku hanyalah seorang yang cintanya jatuh dihatimu, jika kamu tak menginginkan kamu pun tak seharusnya disalahkan. Patah hati karena berani mencintaimu, adalah aku yang pantas untuk seutuhnya disalahkan. Jatuh cinta bukannlah sebuah pemaksaan perasaan, mencintaimu barangkali tuhan memang menakdirkanmu menjadi orang yang salah untuk ku perjuangkan. Lalu menakdirkan hati yang lain yang mampu kami terima perasaannya. Meski kenyataanya itu membuat ku sakit hati. Paling tidak mencintaimu mengajariku menerima dan lapang dada untuk tahu diri, bukan memaksakan perasaanku sendiri. Bahagialah, tak apa. mencintaimu aku rela untuk terluka

Jumat, 13 Maret 2020

Hidup Ibarat Laut



Hidup ibarat laut
Luas sekali, begitu dalam
Terimakasih sudah memandangku sebatas permukaan
Semoga saja suatu saat kamu menyadari bahwa laut bisa membuat mu tenggelam
Bisa membuat mu hanyut yang tidak terlihat di permukaan



Kamis, 27 Februari 2020

Tarian Bersayap di Langit


Sesaat lara menyergap, di dalam kamar dingin senyap
Kualihkan sesaat pandanganku pada sang mentari yang perlahan – lahan tubuhnya binasa dikalahkan sang cakrawala
Saat itulah kusaksikan sepasang manusia bersayap putih di atas sana
Menari nari dalam liukan pelukan mesra
Tariannya sungguh dinamis dan magis
Dengan langit senja sebagai latarnya
Dan gesekan angin sebagai musiknya



Rabu, 26 Februari 2020

Hukuman


Aku di hukum oleh perasaan yang seharusnya ku lupakan
Aku dihukum untuk mencintaimu dalam ketidakmampuanku memilikimu
Aku dihukum tidak mampu melupakanmu
Aku senang mempunyai rasa masih bisa mencintaimu
Selepas pergimu
Aku kehilangan Aku

Senin, 25 November 2019

Selamat

Selamat untuk seseorang yang akan menuju senja, karena hari ini ialah hari fajar muncul

selamat datang

semoga anda terhibur setelah melihat dan membaca blog ini

berkreasilah sesukamu

berkreasilah sesukamu